Cart 0 x

Kenapa Gudeg Cepat Basi? Ini Solusi Agar Bisa Tahan Lama

Kenapa Gudeg Cepat Basi? Ini Solusi Agar Bisa Tahan Lama

Gudeg merupakan salah satu kuliner khas dari Yogyakarta yang sangat dikenal karena rasanya yang gurih dan manis. Gudeg biasanya terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan teknik masak slow cook dengan campuran gula jawa dan santan.

Namun di balik kelezatannya ini, gudeg memiliki satu masalah yang sering dikeluhkan oleh banyak orang yaitu: Gudeg sangat cepat basi. Lalu sebenarnya kenapa gudeg tidak bisa tahan lama seperti makanan lainnya?

Penyebab Gudeg Cepat Basi

Salah satu penyebab gudeg bisa cepat basi karena kandungan santan di dalamnya. Santan merupakan bahan yang mudah mengalami perubahan, terutama jika disimpan di suhu ruang pada waktu yang lama.

Selain itu, karena gudeg masih diproses secara tradisional, gudeg tidak menggunakan bahan pengawet buatan yang menyebabkan gudeg lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah kelembapan dan suhu lingkungan. Di daerah dengan suhu hangat seperti Jogja, makanan basah seperti gudeg cenderung lebih cepat mengalami pembusukan jika tidak segera dikonsumsi atau disimpan dengan cara yang tepat.

Cara Agar Gudeg Bisa Tahan Lebih Lama

Meskipun gudeg dikenal sebagai makanan yang tidak tahan lama, ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperpanjang masa simpannya lho! Salah satunya adalah dengan menyimpan gudeg di dalam kulkas atau dalam suhu yang rendah yang bertujuan agar pertumbuhan bakteri bisa diperlambat.

Namun, cara ini tetap memiliki batas penyimpanan yang tak cukup lama juga, karena umumnya gudeg hanya mampu bertahan sekitar 3 hingga 7 hari tergantung kondisi penyimpanan.

Solusi Praktis: Gudeg Kemasan Tahan Lama

Seiring berkembangnya teknologi, kini gudeg tidak hanya tersedia dalam bentuk tradisional. Salah satu inovasi yang cukup populer adalah gudeg dalam kemasan kaleng yang mampu bertahan jauh lebih lama.

Salah satu contohnya adalah produk dari Gudeg Bagong yang menghadirkan gudeg dengan daya tahan hingga 18 bulan tanpa bahan pengawet. Hal ini bisa terjadi karena Gudeg Bagong dirposes dengan penghampaan udara dan sterilisasi dengan suhu tinggi yang bisa membunuh bakteri.

Dengan kemasan seperti ini, gudeg tidak hanya lebih praktis untuk disimpan, tetapi juga lebih mudah dibawa sebagai oleh-oleh atau dikirim ke luar kota tanpa khawatir basi.(rn)