<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sendratari ramayana Archives - Gudeg Bagong</title>
	<atom:link href="https://gudegbagong.com/tag/sendratari-ramayana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gudegbagong.com/tag/sendratari-ramayana/</link>
	<description>Cita Rasa Makanan Jogja</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Mar 2023 16:48:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2021/08/cropped-logo-gudeg-bagong-32x32.png</url>
	<title>sendratari ramayana Archives - Gudeg Bagong</title>
	<link>https://gudegbagong.com/tag/sendratari-ramayana/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Kesenian Lokal yang Ada di Jogja</title>
		<link>https://gudegbagong.com/5-kesenian-lokal-yang-ada-di-jogja/</link>
					<comments>https://gudegbagong.com/5-kesenian-lokal-yang-ada-di-jogja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 16:48:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[gamelan]]></category>
		<category><![CDATA[jathilan]]></category>
		<category><![CDATA[ketoprak]]></category>
		<category><![CDATA[sendratari ramayana]]></category>
		<category><![CDATA[wayang kulit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gudegbagong.com/?p=16158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu hal yang dicari oleh para wisatawan di Jogja adalah menyaksikan kesenian lokal. Berikut 5 kesenian lokal yang ada di Jogja yang patut kamu saksikan.</p>
<p>The post <a href="https://gudegbagong.com/5-kesenian-lokal-yang-ada-di-jogja/">5 Kesenian Lokal yang Ada di Jogja</a> appeared first on <a href="https://gudegbagong.com">Gudeg Bagong</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jogja memiliki banyak kesenian lokal yang harus kamu ketahui. Kota ini memang kental dengan sejarah dan budaya yang melekat. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri dari Jogja sebagai destinasi wisata favorit para wisatawan.</p>
<p>Salah satu hal yang dicari oleh para wisatawan di Jogja adalah menyaksikan kesenian lokal yang ada. Berikut 5 kesenian lokal yang ada di Jogja yang patut kamu saksikan.</p>
<h2><strong>1. Ketoprak </strong></h2>
<p><iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/AERAGfa1ECw" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Salah satu kesenian lokal yang ada di Jogja pertama adalah Ketoprak. Kesenian ini merupakan bentuk seni teater tradisional Jawa yang memadukan unsur drama, musik, dan tari. Ketoprak berasal dari Jawa pada akhir abad ke-19 dan masih populer sampai sekarang.</p>
<p>Pertunjukan ketoprak biasanya bercerita dari cerita rakyat atau mitologi Jawa, atau dari sejarah Islam. Pertunjukannya diiringi orkestra gamelan yang terdiri dari berbagai alat musik tradisional Jawa, seperti kendang (gendang), bonang (lonceng gong), dan saron (gambang perunggu).</p>
<p>Para aktor dalam pertunjukan Ketoprak mengenakan pakaian adat Jawa, dan menggunakan gerakan dan gestur yang disesuaikan untuk menyampaikan emosi dan menceritakan kisahnya.</p>
<h2><strong>2. Sendratari Ramayana </strong></h2>
<p><iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/_McmW-fqa_E" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Salah satu kesenian lokal yang ada di Jogja kedua adalah Sendratari Ramayana. Kesenian ini merupakan salah satu bentuk drama tari tradisional Jawa yang menceritakan kembali kisah Ramayana.</p>
<p>Sendratari Ramayana biasanya dibawakan oleh penari, pemusik, dan penyanyi. Para penari mengenakan kostum warna-warni dan hiasan kepala, serta melakukan gerakan tangan dan kaki yang indah untuk menyampaikan emosi dan tindakan para tokoh dalam cerita.</p>
<p>Kisah Ramayana mengikuti perjalanan Pangeran Rama saat mencari istri tercintanya, Sita, yang diculik oleh raja iblis Rahwana. Sepanjang jalan, Rama dibantu oleh pasukan monyet serta hewan lainnya, dan harus menghadapi berbagai tantangan dan rintangan sebelum akhirnya menyelamatkan Sita.</p>
<h2><strong>3. Jathilan </strong></h2>
<p><iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/GBlO0ccCIaY" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Salah satu kesenian lokal yang ada di Jogja ketiga adalah Jathilan. Kesenian ini merupakan tarian tradisional Jawa yang melibatkan para penari yang menunggangi kuda yang terbuat dari anyaman bambu.</p>
<p>Para pemain biasanya menari dan melakukan gerakan ritmis sambil menunggang kuda anyaman bambu. Gerakannya bisa sangat akrobatik, dengan penari memutar tubuh mereka dan membuat suara keras dengan mulut dan instrumen mereka.</p>
<p>Di beberapa kalangan masyarakat, pertunjukan Jathilan juga diyakini memiliki makna spiritual dan mistis, serta dilakukan sebagai bagian dari upacara keagamaan atau acara budaya penting lainnya.</p>
<h2><strong>4. Wayang Kulit </strong></h2>
<p><iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/Y2Z5Z9PXSTI" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Salah satu kesenian lokal yang ada di Jogja keempat adalah pertunjukan Wayang Kulit. Kesenian ini menggunakan wayang yang terbuat dari kulit yang dikendalikan oleh dalang untuk menceritakan kisah Ramayana, Mahabharata, dll.</p>
<p>Dalang duduk di belakang layar dengan kain putih, yang dikenal sebagai kelir, dan menggunakan wayang untuk bercerita sambil menggerakannya untuk menjadi beberapa karakter melalui berbagai suara dan efek suara.</p>
<p>Pertunjukan Wayang Kulit biasanya diiringi oleh musik gamelan, sebuah orkestra tradisional Jawa yang terdiri dari berbagai instrumen seperti gong, gendang, dan gambang.</p>
<h2><strong>5. Gamelan </strong></h2>
<p><iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/6tpRUkrgpyE" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Salah satu kesenian yang ada di Jogja kelima adalah pertunjukan Gamelan. Kesenian ini dimainkan oleh sekelompok musisi, biasanya menggunakan berbagai instrumen perkusi dan melodi seperti gong, gambang, drum, dan metalofon.</p>
<p>Musik Gamelan sering ditandai dengan ritme yang saling terkait dan kompleks, dan dimainkan dalam berbagai gaya dan genre, mulai dari musik seremonial dan religius hingga musik pop dll. Instrumen ini memiliki nada suara yang unik dan khusus untuk setiap alatnya.</p>
<p>Pertunjukan Gamelan biasanya untuk mengiringi tarian tradisional, pewayangan, atau teater, seperti Wayang Kulit, dan merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Pertunjukannya sering diadakan selama festival, upacara, dan acara khusus lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gudegbagong.com/5-kesenian-lokal-yang-ada-di-jogja/">5 Kesenian Lokal yang Ada di Jogja</a> appeared first on <a href="https://gudegbagong.com">Gudeg Bagong</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gudegbagong.com/5-kesenian-lokal-yang-ada-di-jogja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Budaya Jogja yang Harus Kamu Ketahui</title>
		<link>https://gudegbagong.com/5-budaya-jogja-yang-harus-kamu-ketahui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2023 09:29:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[budaya jogja]]></category>
		<category><![CDATA[jamasan pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[labuhan parangkusumo]]></category>
		<category><![CDATA[sekaten]]></category>
		<category><![CDATA[sendratari ramayana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gudegbagong.com/?p=15897</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak sekali budaya tradisional khas Jogja yang sering memanjakan pengunjung. Berikut 5 budaya Jogja yang harus kamu ketahui!</p>
<p>The post <a href="https://gudegbagong.com/5-budaya-jogja-yang-harus-kamu-ketahui/">5 Budaya Jogja yang Harus Kamu Ketahui</a> appeared first on <a href="https://gudegbagong.com">Gudeg Bagong</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span>Jogja memang merupakan kota budaya. Julukan tersebut disematkan ke Jogja karena daerah tersebut dipenuhi dengan sejarah. Oleh sebab itu, Jogja menyimpan banyak sekali budaya peninggalan orang-orang terdahulu yang masih lestari hingga saat ini.</span></p>
<p><span>Budaya kraton kesultanan masih sangat melekat dalam kehidupan masyarakat di Jogja. Hal tersebut justru menjadi nilai tambah bagi Jogja itu sendiri. Budaya kuno yang masih terjaga menarik perhatian dan ketertarikan para wisatawan.</span></p>
<p><span>Banyak dari wisatawan lokal maupun mancanegara rela berbondong-bondong pergi ke Jogja untuk menyaksikan budayanya. Banyak sekali budaya tradisional khas Jogja yang sering ditampilkan. Berikut 5 budaya Jogja yang harus kamu ketahui! </span></p>
<h3><strong><span>1. Sekaten</span></strong></h3>
<div id="attachment_15900" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sekaten.-hyarta.com_.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-15900" src="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sekaten.-hyarta.com_.jpg" alt="Sekaten. (hyarta.com)" class="wp-image-15900 size-full" width="800" height="532" srcset="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sekaten.-hyarta.com_.jpg 800w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sekaten.-hyarta.com_-300x200.jpg 300w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sekaten.-hyarta.com_-768x511.jpg 768w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sekaten.-hyarta.com_-600x399.jpg 600w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sekaten.-hyarta.com_-570x379.jpg 570w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a><p id="caption-attachment-15900" class="wp-caption-text">Sekaten. (hyarta.com)</p></div>
<p><span>Budaya Jogja yang harus kamu ketahui yang pertama adalah <strong>Sekaten</strong>. Upacara ini merupakan salah satu Budaya di Jogja dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaan Sekaten biasanya dilakukan pada bulan Maulud tahun hijriyah. </span></p>
<p><span>Sekaten berlangsung selama 6 hari, yakni mulai dari tanggal 6 hingga 12 Rabiul Awal. Selama Sekaten berlangsung juga diiringi dengan permainan dua perangkat gamelan pusaka. Gamelan pertama dibunyikan tepat pada pukul 00:00 WIB di Bangsal Ponconiti. Kemudian diusung ke Masjid Besar untuk ditabuh setiap hari selain hari Jum’at. </span></p>
<p><span>Kemudian, biasanya Sekaten dilanjutkan dengan upacara grebeg yang digelar tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal. Dalam prosesi budaya yang satu ini, masyarakat membawa gunungan yang nantinya akan dibagikan kembali setelah diberikan doa. </span></p>
<h3><strong><span>2. Sendratari Ramayana </span></strong></h3>
<div id="attachment_15899" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sendratari-Ramayana.jpg"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-15899" src="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sendratari-Ramayana.jpg" alt="Sendratari Ramayana" class="wp-image-15899 size-full" width="800" height="607" srcset="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sendratari-Ramayana.jpg 800w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sendratari-Ramayana-300x228.jpg 300w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sendratari-Ramayana-768x583.jpg 768w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sendratari-Ramayana-600x455.jpg 600w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Sendratari-Ramayana-570x432.jpg 570w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a><p id="caption-attachment-15899" class="wp-caption-text">Sendratari Ramayana</p></div>
<p><span>Selanjutnya, ada <strong>Sendratari Ramayana</strong> yang menjadi salah satu budaya di Jogja. Kesenian ini biasanya dicari oleh banyak wisatawan karena tertarik untuk menyaksikannya. Sebab, Sendratari Ramayana menyuguhkan cerita yang sangat menarik untuk diikuti. </span></p>
<p><span>Sendratari Ramayana merupakan budaya Jogja yang mengisahkan peperangan antara Sri Rama yang berwatak baik, dengan Rahwana yang berwatak buruh. Dalam setiap pertunjukannya, sendratari memiliki empat episode yang selalu berbeda. </span></p>
<p><span>Salah satu episodenya seperti hilangnya Dewi Shinta, Api Suci, dan yang lainnya. Budaya kesenian ini digelar di obyek wisata Candi Prambanan. Biasanya hanya dibuka mulai bulan Mei hingga Oktober. </span></p>
<h3><strong><span>3. Jamasan Pusaka</span></strong></h3>
<div id="attachment_15902" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Jamasan-Pusaka.-kratonjogja.id_.jpg"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-15902" src="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Jamasan-Pusaka.-kratonjogja.id_.jpg" alt="Jamasan Pusaka. (kratonjogja.id)" class="wp-image-15902 size-full" width="800" height="533" srcset="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Jamasan-Pusaka.-kratonjogja.id_.jpg 800w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Jamasan-Pusaka.-kratonjogja.id_-300x200.jpg 300w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Jamasan-Pusaka.-kratonjogja.id_-768x512.jpg 768w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Jamasan-Pusaka.-kratonjogja.id_-600x400.jpg 600w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Jamasan-Pusaka.-kratonjogja.id_-570x380.jpg 570w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a><p id="caption-attachment-15902" class="wp-caption-text">Jamasan Pusaka. (kratonjogja.id)</p></div>
<p><span>Kemudian, budaya Jogja yang harus kamu ketahui yang berikutnya adalah <strong>Jamasan Pusaka</strong>. Budaya yang satu ini bisa juga disebut dengan nama Siraman Pusaka. Jamasan Pusaka sendiri merupakan upacara rutin yang dilaksanakan oleh Kraton Jogja. </span><span></span></p>
<p><span>Kata “jamasan” maupun “siraman” berasal dari bahasa Jawa, yang memiliki arti memandikan atau membersihkan. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka untuk membersihkan benda-benda pusaka milik Kraton Jogja. </span></p>
<p><span>Kraton jogja memiliki berbagai macam benda pusaka. Seperti tosan aji (senjata), bendera, kereta, perlengkapan berkuda, gamelan, vegetasi, serat (manuskrip), sampai benda-benda upacara maupun kelengkapan ruang tahta. Benda-benda tersebut dianggap sebagai pusaka berdasarkan asal usul atau perannya dalam suatu peristiwa yang bersejarah. </span></p>
<h3><strong><span>4. Tari Golek Menak </span></strong></h3>
<div id="attachment_15898" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Tari-Golek-Menak.-kratonjogja.id_.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-15898" src="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Tari-Golek-Menak.-kratonjogja.id_.jpg" alt="Tari Golek Menak. (kratonjogja.id)" class="wp-image-15898 size-full" width="800" height="533" srcset="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Tari-Golek-Menak.-kratonjogja.id_.jpg 800w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Tari-Golek-Menak.-kratonjogja.id_-300x200.jpg 300w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Tari-Golek-Menak.-kratonjogja.id_-768x512.jpg 768w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Tari-Golek-Menak.-kratonjogja.id_-600x400.jpg 600w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Tari-Golek-Menak.-kratonjogja.id_-570x380.jpg 570w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a><p id="caption-attachment-15898" class="wp-caption-text">Tari Golek Menak. (kratonjogja.id)</p></div>
<p><span>Salah satu budaya Jogja yang harus kamu ketahui yang lainnya adalah <strong>Tari Golek Menak</strong>. Tarian yang satu ini merupakan tarian klasik khas Jogja. Sultan Hamengku Buwono merupakan sosok yang pertama kali menciptakannya. </span></p>
<p><span>Penciptaan tarian ini sebagai wujud dan bukti kecintaan budaya wayang orang. Oleh karena itu digelarlah perunjukan wayang orang perdana di Jogja yang dibantu oleh para pakar tari pada tahun 1943.</span></p>
<p><span>Proses penciptaan Tari Golek Menak membutuhkan waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya menghasilkan tiga karakter utama dalam tari tersebut. Yakni karakter putri, putra halus, dan gagah. Tarian tersebut juga masih sering digelar hingga kini di acara pagelaran budaya Jogja. </span></p>
<h3><strong><span>5. Labuhan Parangkusumo</span></strong></h3>
<div id="attachment_15901" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><a href="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Labuhan-Parangkusumo.-kratonjogja.id_.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-15901" src="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Labuhan-Parangkusumo.-kratonjogja.id_.jpg" alt="Labuhan Parangkusumo. (kratonjogja.id)" class="wp-image-15901 size-full" width="800" height="533" srcset="https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Labuhan-Parangkusumo.-kratonjogja.id_.jpg 800w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Labuhan-Parangkusumo.-kratonjogja.id_-300x200.jpg 300w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Labuhan-Parangkusumo.-kratonjogja.id_-768x512.jpg 768w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Labuhan-Parangkusumo.-kratonjogja.id_-600x400.jpg 600w, https://gudegbagong.com/wp-content/uploads/2023/02/Labuhan-Parangkusumo.-kratonjogja.id_-570x380.jpg 570w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></a><p id="caption-attachment-15901" class="wp-caption-text">Labuhan Parangkusumo. (kratonjogja.id)</p></div>
<p><span>Budaya Jogja yang harus kamu ketahui yang terakhir adalah <strong>Labuhan Parangkusumo</strong>. Kraton Jogja melaksanakan upacara tersebut setiap tahunnya. Kata “labuh”berarti membuang sesuatu ke dalam air bak sungai atau laut. </span></p>
<p><span>Secara sederhana, upacara ini bisa diartikan sebagai aktivitas memberi sesaji atau persembahan kepada roh halus yang berkuasa di suatu tempat. Tujuannya agar Sri Sultan, kraton, dan rakyat Jogja mendapatkan keselamatan pribadi. </span></p>
<p>Cara pemberian sesaji tergantung dari upacara Labuhan itu sendiri. Semisal, upacara Labuhan di Pantai Parangkusumo, maka pelaksanaannya dilakukan dengan cara melemparkan sesaji ke laut. Itulah 5 budaya Jogja yang harus kamu ketahui, apakah kamu sudah pernah menyaksikannya secara langsung?</p>
<p>The post <a href="https://gudegbagong.com/5-budaya-jogja-yang-harus-kamu-ketahui/">5 Budaya Jogja yang Harus Kamu Ketahui</a> appeared first on <a href="https://gudegbagong.com">Gudeg Bagong</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
